Selasa, 21 Oktober 2014

KEWIRAUSAHAAN


 Sering kita mendengar istilah seorang wirausahawan sukses. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan wirausaha itu? Kewirausahaan berasal dari Bahasa Ingrris “Entrepreneurship” yang diambil dari Bahasa Prancis, yaitu “Entreprende” yang berarti “Undertake”. Wirausahawan adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Wirausahawan adalah pengambil risiko yang ekstrem (penjudi), sebaliknya bekerja dengan risiko yang diperhitungkan. Wirausahawan bekerja paling sukses keras lewat perencanaan dan persiapan untuk meminimalkan risiko yang terlibat dalam rangka untuk lebih mengontrol nasib visi mereka. Didalam kewirausahaan, disepakati adanya tiga jenis perilaku yaitu:
1.   Memulai inisiatif
2.   Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis,
3.   Diterimanya resiko atau kegagalan. Menurut ahli ekonomi, wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru
Pada umumnya wirausaha menghasilkan sesuatu yang baru yang belum pernah ditemukan. Sebagai contoh Akio Morita pendiri Sony, yang melihat bahwa produk yang dihasilkan dapat diadaptasi untuk menciptakan produk baru yaitu walkman seperti yang kita kenal saat ini. Henry Ford tidak menemukan mobil jenis baru, namun ia menerapkan teknik pembagian tugas pada produksi mobil dengan cara baru, yaitu lini perakitan.
Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali diInggris pada masa revolusi industry pada akhir abad kedelapan belas. Mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produkksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industri yang sangat besar melalui penggunaan teknologi baru. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak tetbatas. Beberapa mempunyai uang, dan bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengah-bawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisusi-organisasi mereka. Mereka percaya pada nilai kerja yang mereka lakukan, mereka tidak mementingkan keuntungan dan kekayaan sebagai tujuan pertama.
David McClelland dikenal menjelaskan tiga jenis motivasi, yang diidentifikasi dalam buku ”The Achieving Society”:
1.   Motivasi untuk berprestasi (n-ACH)
2.   Motivasi untuk berkuasa (n-pow)
3.   Motivasi untuk berafiliasi/bersahabat (n-affil)
David McClelland (Robbins, 2001 : 173) dalam teorinya Mc.Clelland’s Achievment Motivation Theory atau teori motivasi prestasi McClelland juga digunakan untuk mendukung hipotesa yang akan dikemukakan dalam penelitian ini. Dalam teorinya McClelland mengemukakan bahwa individu mempunyai cadangan energi potensial, bagaimana energi ini dilepaskan dan dikembangkan tergantung pada kekuatan atau dorongan motivasi individu dan situasi serta peluang yang tersedia. Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan yaitu kebutuhan akan prestasi (achiefment), kebutuhan kekuasaan (power), dan kebutuhan afiliasi.
N-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
Kebutuhan akan kekuasaan (n-pow) adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwa kebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisi kepemimpinan. n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.
Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.
Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan pelung, mengapa untuk dapat menjadi seorang wirausaha sukses seseorang harus menemukan sebuah peluang emas dan apakah sulit untuk dapat menemukan peluang? Peluang sendiri sebenarnya berasal dari sebuah ide, inspirasi atau kesempatan yang muncul untuk dimanfaatkan bagi kepentingan seseorang baik dalam kehidupan sehari hari dalam bisnis. Dalam bahasa inggris “opportunity” berarti sebuah atau beberapa kesempatan yang muncul dari sebuah kejadian atau “moment”. Jadi asal dari peluang itu adalah kesempatan yang terjadi dan berkembang menjadi ide bagi seseorang. Adapun sumber peluang atau kesempatan itu berasal dari:
1.      Diri Anda Sendiri
Peluang dari diri sendiri dapat berasal dari keahlian sendiri, hobi ataupun dari pengetahuan dan latar belakang pendidikan
2.      Lingkungan
3.      Perubahan yang Terjadi
4.      Konsumen
Suara konsumen itu penting karena sering menciptakan gagasan baru dalam memperbaiki produk yang ada dan peluang bagi yang akan mendirikan usaha baru.
5.      Gagasan Orang Lain
6.      Informasi yang Diperoleh
Perjumpaan dengan orang lain terkadang kita mendapatkan informasi baru. Bagi orang yang mendengarnya, informasi baru itu bisa berguna untuk dijadikan sebagai peluang bisnis karena informasi tersebut memiliki hubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dia miliki.
Ketika seorang wirausahawan sudah memutuskan untuk meluncurkan usahanya, salah satu dari beberapa masalah awal yang dihadapinya adalah memilih bentuk kepemilikan. Memilih bentuk kepemilikan yang “benar” berarti para wirausahawan harus memahami berbagai karakteristik dari tiap bentuk tersebut dan seberapa jauh karakteristik tersebut sesuai untuk usaha mereka dan kondisi personal mereka. Hanya dengan cara itu seorang wirausahawan dapat membuat keputusan yang bijak mengenai suatu kepemilikan. Tiga bentuk kepemilikan bisnis:
1.      Perseorangan (Sole Proprietorship)
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang dimiliki oleh pemilik tunggal (pengusaha perseorangan). Laba perusahaan akan menjadi penghasilan pribadi pemilik dan dikenai pajak penghasilan pribadi. Banyak pengusaha perorangan telah berpengalaman dalam pasar persaingan dan mengerti perilaku pelanggan.
Keuntungan bentuk kepemilikan perusahaan perseorangan:
1.      Semua laba hanya untuk pemilik perusahaan.
2.      Organisasinya relatif mudah didirikan tanpa keharusan banyak dokumen legal.
3.      Pengendalian dan pengambilan keputusan dilakukan oleh pemilik sendiri.
4.      Dikenakan pajak yang rendah.
Kerugian bentuk kepemilikan perusahaan perseorangan:
1.      Pengusaha perseorangan bertanggungjawab atas semua kerugian.
2.      Pengusaha perseorangan bertanggung jawab tak terbatas atas utang atau keputusan melawan perusahaan.
3.      Pemilik perusahaan memiliki keterbatasan dana untuk mengekspansi perusahaan atau menanggulangi kerugian sementara.
4.      Pemilik perusahaan memiliki keterampilan terbatas dalam mengendalikan semua bagian perusahaan.
2.      Persekutuan (Partnership)
Perusahaan Persekutuan (Partnership) adalah bisnis yang dimiliki oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama. Perusahaan kemitraan umum (General Partnership) adalah perusahaan kemitraan dimana semua pemilik perusahaan (mitra pengusaha) mempunyai tanggung jawab tak terbatas atas kewajiban perusahaan. Perusahaan kemitraan terbatas (Limited Partner) adalah perusahaan dengan beberapa mitra pengusaha yang bertanggungjawab terbatas pada modal atau properti, namun mereka membagi rugi dan laba bisnisnya. Penghasilan pada setiap mitra pengusaha akan menjadi penghasilan perseorangan serta dikenai pajak penghasilan pribadi.
Keuntungan bentuk perusahaan kemitraan antara lain:
1.      Tersedia dana tambahan dari beberapa mitra pengusaha untuk operasional bisnis.
2.      Kerugian bisnis ditanggung bersama.
3.      Memungkinkan mitra pengusaha menspesialisasikan diri dan dapat melayani pelanggan yang lebih luas variasinya.
Kerugian bentuk perusahaan kemitraan antara lain:
1.      Adanya pembagian pengambilan keputusan perusahaan yang terkadang muncul konflik.
2.      Mitra pengusaha dalam perusahaan bertanggungjawab tak terbatas.
3.      Semua laba harus dibagi antara para mitra pengusaha.
3.      Perseroan/Korporasi (Corporation)
Korporasi adalah badan hukum (terdaftar pada negara) yang membayar pajak, mematuhi peraturan pemerintah (Bylaws), dan secara hukum terpisah dari para pemiliknya. Dalam mendirikan korporasi harus memakai akta pendirian (Charter) yang menunjukkan nama perusahaan, informasi saham yang diterbitkan dan deskripsi operasi perusahaan. Investor korporasi memiliki tanggung jawab terbatas pada modal yang ditanamkannya dan dapat memilih atau membubarkan dewan direksi guna menciptakan kebijakan umum perusahaan. Kemudian dewan direksi memilih atau mengganti presiden direktur beserta para pimpinan utama untuk menjalankan bisnis sehari-hari. Para investor mendapat imbalan atas penanaman modal dengan menerima laba perusahaan (Dividen) 3 bulan terakhir atau menjual sahamnya dengan harga lebih tinggi bila harga saham di pasaran naik. Korporasi kepemilikan terbatas (Privately Held) berarti kepemilikan hanya untuk sejumlah kelompok investor tertentu, contohnya L.L. Bean, Enterprise Rent A Car, dan Rand Mc Nally and Company. Sedangkan korporasi kepemilikan umum artinya saham-sahamnya dapat diperjualbelikan oleh para investor secara bebas. Banyak perusahaan kepemilikan terbatas berubah menjadi kepemilikan umum ketika membutuhkan dana untuk mengekspansi perusahaannya dengan menjual sahamnya (Go Public), contohnya Barnesaldnoble.com, United Parcel Service (UPS), dan Prodigy.
Keuntungan dari korporasi:
1.      Pemilik korporasi memiliki tanggung jawab terbatas.
2.      Memiliki akses dana besar dengan menerbitkan saham baru guna mengekspansi perusahaan.
3.      Investor dapat menjual sahamnya dengan menghubungi pialang saham atau lewat internet
Kerugian dari korporasi:
1.      Biaya keorganisasiannya tinggi akibat kewajiban mendirikan badan hukum korporasi dan mendaftarkannya pada negara.
2.      Bocornya data keuangan perusahaan karena investor umum berhak mengetahuinya ketika sahamnya diperdagangkan secara terbuka.
3.      Terjadi masalah keagenan ketika para manajer bertindak tidak bertanggungjawab kepada para investor.
4.      Pemilik korporasi mendapat pajak ganda yaitu seluruh laba perusahaan dikenai pajak korporasi kemudian dividen-nya juga dikenai pajak penghasilan pribadi.
Sumber daya manusia yang tidak tepat penempatannya pada organisasi kewirausahaan akan menimbulkan inefesiensi sehingga tidak mencapai tujuan usaha.
Langkah-langkah penyediaan SDM :
1.   Recruitment (penarikan tenaga kerja)
2.   Seleksi
3.   Pelatihan
4.   Penilaian hasil kerja
Rekrutmen adalah serangkaian kegiatan yang dimulai ketika sebuah perusahaan atau organisasi memerlukan tenaga kerja dan membuka lowongan sampai mendapatkan calon karyawan yang diinginkan/kualified sesuai dengan jabatan atau lowongan yang ada. Dengan demikian, tujuan rekrutmen adalah menerima pelamar sebanyak-banyaknya sesuai dengan kualifikasi kebutuhan perusahaan dari berbagai sumber, sehingga memungkinkan akan terjaring calon karyawan dengan kualitas tertinggi dari yang terbaik.
Seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM yang dilakukan setelah proses rekrutmen selesai dilaksanakan. Hal ini berarti telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan. Proses pemilihan ini yang dinamakan dengan seleksi. Proses seleksi sebagai sarana yang digunakan dalam memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Prosesnya dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan penerimaan.
Proses seleksi adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh para pelamar sampai akhirnya memperoleh keputusan ia diterima atau ditolak sebagai Karyawan baru. Proses ini berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, Wawancara, ujian fisik. Dalam proses seleksi itu dipakai berbagai macam jenis dalam rnengevaluasi persyaratan dan terutama untuk testing. Ada dua konsep penting yang harus diperhatikan untuk peralatan seleksi ini, yaitu reliabilitas dan validitas. Rekrutmen dan seleksi termasuk fungsi-fungsi MSDM yang mempunyai Peranan strategis dalam mempersiapkan dan menyediakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam analisis pekerjaan khususnya deskripsi dan spesifikasi. Kedua kegiatan tersebut didahului oleh kegiatan analisis pekerjaan dan perencanaan sumber daya manusia.



DAFTAR PUSTAKA.

Jumat, 13 Juni 2014

DAMPAK INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN (INDUSTRI SEMEN)



BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Lingkungan merupakan tempat dimana manusia hidup dan melakukan aktivitas selama hidupnya. Kecenderungan manusia hidup berkelompok untuk saling berinteraksi satu sama lain dalam memenuhi kebutuhannya baik itu kebutuhan yang bersifat jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, manusia memiliki kewajiban untuk menjaga serta melindungi lingkungan hidup atau alam sekitarnya. Hal ini bukanlah tanpa tujuan tetapi dilakukan agar manusia dan mahluk hidup lainnya itu bisa hidup dengan baik dan layak sehingga bisa mempertahankan hidupnya.
 Kegiatan industri merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang pembangunan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kegiatan industri selain berdampak positif juga menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif dari kegiatan industri salah satunya yaitu menghasilkan limbah yang dapat mencemari lingkungan sekitar kegiatan industri.  Badan usaha yang tentu tidak dapat terpisahkan dari peran manusia juga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan dari kerusakan dan ketidakseimbangan melalui apa yang disebut dengan corporate social responsibility seperti bagaimana cara pengolahan limbah yang baik serta pembuangannya jangan sampai menyebakan kerusakan pada lingkungan.
Pembahasan makalah ini yaitu mengenai pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik semen. Keberadaan pabrik yang sangat dekat dengan tempat tinggal penduduk menimbulkan banyak spekulasi terutama pencemaran lingkungan dan akibat yang akan diterima oleh masyarakat di sekitar pabrik.
       Permasalahan lingkungan dalam kaitan dengan keadaan ekonomi dan lingkungan sosial, menuntut agar siapa saja yang memiliki cara terbaik dikemukakan dalam bentuk gagasan rasional yang disampaikan untuk menjadi masukan  bagi aparat fungsional serta tindak kebijaksanaan nyata dari berbagai pihak dalam upaya menanggulangi masalah bahkan bahaya pencemaran lingkungan hidup.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1       Penjelasan
Semen (cement) adalah hasil industri dari paduan bahan baku: batu kapur/gamping sebagai bahan utama dan lempung/tanah liat atau bahan pengganti lainnya dengan hasil akhir berupa padatan berbentuk bubuk/bulk, tanpa memandang proses pembuatannya, yang mengeras atau membatu pada pencampuran dengan air.
Industri semen merupakan salah satu penyumbang polutan yang cukup besar pada pencemaran udara seperti emisi gas dan partikel debu. Dalam proses produksi industri semen sebagian besar menggunakan bahan bakar fosil, jadi menimbulkan dampak gas rumah kaca. Disamping itu, dalam proses produksi industri semen juga memberikan dampak fisik secara langsung baik pada Pekerja dan Masyarakat sekitar, yaitu dampak tingkat kebisingan serta getaran mekanik dari rangkaian proses poduksi semen. Paparan dan dampak dari industri semen ini bila melampaui nilai ambang batas yang ditentukan oleh MNLH dan Kep.Bapedal, akan membawa dampak potensial bagi kesehatan, baik pekerja dan masyarakat. 
Limbah yang terbesar dari industri semen atau pabrik semen adalah debu dan partikel, yang termasuk limbah gas dan limbah B3. Udara adalah media pencemar untuk limbah gas. Limbah gas atau asap yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara. Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2, N2, NO2,CO2, H2 dan Jain-lain. Penambahan gas ke dalam udara melampaui kandungan alami akibat kegiatan manusia akan menurunkan kualitas udara.

2.2       Pengolahan

Secara umum proses produksi semen terdiri dari beberapa tahapan :

  1. Tahap penambangan bahan mentah (quarry). Bahan dasar semen adalah batu kapur, tanah liat, pasir besi dan pasir silica. Bahan-bahan ini ditambang dengan menggunakan alat-alat berat kemudian dikirim ke pabrik semen.
  2. Bahan mentah ini diteliti di laboratorium, kemudian dicampur dengan proporsi yang tepat dan dimulai tahap penggilingan awal bahan mentah dengan mesin penghancur sehingga berbentuk serbuk.
  3. Bahan kemudian dipanaskan di preheater
  4. Pemanasan dilanjutkan di dalam kiln sehingga bereaksi membentuk kristal klinker
  5. Kristal klinker ini kemudian didinginkan di cooler dengan bantuan angin. Panas dari proses pendinginan ini di alirkan lagi ke preheater untuk menghemat energi
  6. Klinker ini kemudian dihaluskan lagi dalam tabung yang berputar yang bersisi bola-bola baja sehingga menjadi serbuk semen yang halus.
  7. Klinker yang telah halus ini disimpan dalam silo (tempat penampungan semen mirip tangki minyak pertamina)
  8. Dari silo  ini semen dipak dan dijual ke konsumen.
Gambar 1. Proses Produksi Semen


2.3       Dampak Positif dan Negatif
        Proses pengolahan ataupun pembungkusan semen, akan terjadi berbagai dampak bagi lingkungan maupun masyarakat. Adapun dampak tersebut dapat bersifat positif maupun negatif.
A.                Dampak positif yang dapat dihasilkan pabrik semen tersebut yaitu :
1.                  Menghasilkan devisa atau pendapatan bagi Negara, Pemerintah daerah, dan pemilik saham.
2.                  Menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
B.                  Dampak negatif yang dapat dihasilkan pabrik semen tersebut yaitu :
 Salah satu dampak negatif dari industri semen adalah pencemaran udara oleh debu. Debu yang dihasilkan oleh kegiatan industri semen terdiri dari  debu yang dihasilkan pada waktu pengadaan bahan baku, debu selama proses pembakaran, dan debu yang dihasilkan selama pengangkutan bahan baku ke pabrik serta bahan jadi ke luar pabrik, termasuk pengantongannya. Selain itu, pabrik semen juga meningkatkan suhu udara dan suara yang ditimbulkan mesin-mesin dalam pabrik juga menimbulkan kebisingan.
Debu semen memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan hidup. Selain debu, berikut contoh dampak negatif dari pabrik semen bagi lingkungan.
a.                   Lahan
Penurunan kualitas dari segi kesuburan tanah akibat penambangan tanah liat. Perubahan ini dari segi waktu akan meluas ke arah menurunnya kapasitas penampungan air yang pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap kuantitas air sungai. Sedangkan dari segi ruang akan mempengaruhi keseimbangan atau keselarasan lingkungan setempat.
b.                  Air
Kualitas air bertambah buruk akibat limbah cair dari pabrik dalam bentuk minyak dan sisa air dari kegiatan penambangan, yang menimbulkan lahan kritis yang mudah terkena erosi, yang akan mengakibatkan pendangkalan dasar sungai, yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah banjir pada musim hujan.
c.                   Flora dan Fauna
Berkurangnya keanekaragaman flora karena berubahnya pola vegetasi dan jenis endemic, dan pembentukkan klorofil serta proses fotosintesis, Sedangkan berkurangnya keanekaragaman fauna (burung, hewan tanah dan hewan langka) disebabkan karena berubahnya habitat air dan habitat tanah tempat hidup hewan-hewan tersebut.


2.4       Kecelakaan Kerja
Pembahasan mengenai kecelakaan didapat berdasarkan data dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. PT. Semen Gresik (Persero) Tbk merupakan pabrik semen terbesar di Indonesia yang memiliki dua anak perusahaan, yaitu PT. Semen Padang (Persero) dan PT. Semen Tonasa (Persero). Berdasarkan laporan tahunan 2010, PT. Semen Gresik (Persero) Tbk ini masih mendominasi pangsa pasar semen nasional sekitar 43% dengan kapaitas produksi sebesar 19,0 juta ton semen pertahun. Perusahaan ini telah banyak mendapatkan sertifikasi terkait dengan program K3 antara lain Sistem Manajemen K3 Sertifikasi tahun 1999, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 140001:2004, dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) OHSAS 18001:2007. Meskipun telah mendapat sertifikasi namun setiap tahun mengalami kecelakaan kerja.
Jenis kecelakaan kerja yang sering terjadi pada tahun 2010 adalah pertolongan pertama. Pertolongan pertama merupakan kondisi yang menyebabkan cidera sangat ringan dan dapat ditangani dengan perawatan P3K serta tidak menyebabkankehilangan hari kerja. Contoh kecelakaan kerja pada kategori pertolongan pertama yaitu luka lecet pada punggung, luka sobek pada permukaan tangan dan jari, patah tulang jari telunjuk kanan, luka sobek jari telunjuk +/- 2 cm dan memar pada telapak tangan kanan. Sedangkan pada tahun 2011 kecelakaan kerja yang sering terjadi adalah luka ringan. Luka ringan merupakan cidera yang memerlukan perawatan medis atau mengakibatkan hilangnya fungsi anggota tubuh untuk sementara waktu dan menyebabkan hilangnya hari kerja kurang dari 2 hari. Contoh kecelakaan kerja pada kategori luka ringan yaitu patah tulang tertutup lengan tangan kiri, luka terkoyak, luka bakar pada muka, telinga kanan kiri 6%, luka bakar pada tangan kanan 3%, luka bakar tangan 5%, dan luka robek pada telunjuk tangan.

2.5       Pencemaran dan Penyakit yang Timbul
Dampak negatif dari industri semen utamanya adalah pencemaran udara oleh debu. ongannya. Selain itu, pabrik semen juga meningkatkan suhu udara dan suara yang ditimbulkan mesin-mesin dalam pabrik juga menimbulkan kebisingan. Berikut ini adalah dampak negatif bagi kesehatan.
a.         Iritasi pada kulit, hal ini dapat terjadi akibat sifat semen yang abrasive kontak dengan kulit. Prosesnya pun bisa secara langsung maupun tidak langsung (terlindung maupun oleh keringat).
b.     Alergi, hal ini dapat terjadi bergantung pada tingkat kesensitifan seseorang, alergi yang dapat timbul akibat debu semen diantaranya: bersin-bersin, susah bernafas bagi penderita asthma, gatal-gatal.
c.         Iritasi pada mata, hal ini dapat terjadi tergantung pada banyaknya paparan debu, iritasi yang timbul mulai gangguan mata merah sampai cidera mata serius.
d.   Gangguan pernafasan, hal-hal yang bisa menjadi faktor penyebab diantaranya saat mengosongkan kantong semen sehingga debu semen terhirup. Saat megaduk, menghaluskan atau memotong material campuran semen juga dapat melepaskan sejumlah debu semen. Untuk jangka pendek dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan, sedangkan untuk jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernafasan.

2.6       Upaya Penanggulangan
Hal yang perlu dilakukan untuk menanggulangi pencemaran yang diakibatkan oleh aktivitas pabrik semen yaitu adanya kesadran dari masyarakat itu sendiri dan upaya pemilik industry serta pemerintah dalam mengatasi dampak akibat aktivitas industri semen. Dalam mengatasi limbah hasil industry, kita harus mengetahui jenis limbah yang akan kita tangani. Untuk limbah dari industry pabrik semen limbahnya berupa limbah gas. Limbah seperti ini dapat ditanggulangi dengan cara diminimalisasi. Artinya pihak perusahaan atau pabrik lebih memberlakukan bahan-bahan yang berpotensi menghasilkan  limbah non ekonomis dengan meminimalisasi penggunaannya atau memberikan zat yang mampu menetralisasi munculnya limbah yang melimpah ruah. Selain itu, kesadaran manusia untuk menanggulangi limbah hasil industry sangat penting. Para pemilik serta pengolah industry adalah pihak pertama yang seharusnya memiliki kesadaran tersebut tanpa kesadaran dari mereka limbah hasil industri tidak akan berkurang begitu saja. Berbagai tindakan dan upaya perlu dilakukan agar pabrik-pabrik di Negara kita  bisa menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tanpa menimbulkan limbah yang berbahaya bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.



Referensi