Sabtu, 13 Oktober 2012

Makalah "DAMPAK TAWURAN KELOMPOK PELAJAR DI JAKARTA"



DAMPAK TAWURAN KELOMPOK PELAJAR DI JAKARTA






Oleh

Nama          :         Tajalina Hakiki
Kelas           :         2ID06
NPM           :         37411016


UNIVERSITAS GUNADARMA KAMPUS J
Jalan KH.Noer Ali Kalimalang
Bekasi 17145 Telp. (021)888601

Mata Kuliah  :  Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

Dampak Tawuran Kelompok Pelajar
Di Jakarta

Kelas  :  2-ID06

Tanggal Penyerahan Makalah : 8 Oktober 2012
Tanggal Upload Makalah  :  9 Oktober 2012

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.


P e n y u s u n


N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
37411016
Tajalina Hakiki




Program Sarjana Teknik Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA







Kata Pengantar

Pertama-tama penulis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan segala nikmat dan karunianya, karena berkat karunianya penulis dapat menyelesaikan tugas Ilmu Sosial Dasar. Shalawat serta salam senantiasa kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Rekan-rekan yang senantiasa mendukung dan memotivasi serta memberi masukan yang sangat berguna dalam penyelesaian tugas makalah ini.
Makalah ini berjudul “Dampak tawuran kelompok pelajar di Jakarta” yakni makalah yang menerangkan bagaimana dampak tawuran kelompok pelajar di Jakarta yang belakangan ini sering terjadi yang tentunya sangat merugikan pelajar itu sendiri juga semua pihak.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis memohon maaf bila didalam tulisan saya ini ada kekurangan dalam penulisan atau sebagainya. Penulis mengharapkan saran dan kritik membangun untuk perbaikan penulisan kedepannya.



  Bekasi,  Oktober 2012


                                                                                                               Penulis





Daftar Isi


Kata Pengantar…………………………………………………………………….…….i
Daftar Isi………………………………………………………………………….……..ii
Bab 1 Pendahuluan
Latar Belakang…………………………………………………………….……………..1
Tujuan……………………………………………………………………………………2
Sasaran…………………………………………………………………………………...2
Bab 2 Permasalahan
Kekuatan…………………………………………………………………………………3
Kelemahan…………………………………………………………………………..……3
Peluang……………………………………………………………………………………4
Tantangan…………………………………………………………………………………4
Bab 3 Kesimpulan & Rekomendasi
Kesimpulan…………………………………………………………………….………....5
Rekomendasi……………………………………………………………………….…….5
Referensi…………………………………………………………………………….…....6









BAB 1
Pendahuluan

1. Latar Belakang
Tawuran merupakan perilaku negative yang biasanya kerap dilakukan oleh pelajar, mahasiswa atau masyarakat umum. Akhir-akhir ini sering kita lihat di media massa terutama televisi banyaknya tawuran di berbagai daerah termasuk di Jakarta. Tawuran tersebut merugikan banyak pihak dan terjadi kerusakan fasilitas umum akibat dari tawuran tersebut. Kerugian yang paling besar yaitu hilangnya nyawa orang lain yang tentunya ini merupakan masalah kriminilitas yang butuh campur tangan hukum untuk menyelesaikannya. Tawuran pelajar yang terjadi bertubi-tubi, khususnya di Jakarta, telah mencapai taraf yang memprihatinkan. Serempak, baik masyarakat maupun pemerintah, mengecap anak-anak ini sebagai pelaku kriminal, penjahat yang perlu dihukum seberat-beratnya. Salah satu faktor penyebab terjadinya tawuran antarpelajar ialah ketidakmampuan orangtua dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melindungi anak. Padahal, dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Pasal 26 Ayat 1 telah ditegaskan bahwa orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab dalam melindungi anak, baik dalam hal mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi, maupun mengembangkan bakat anak. Sebagaimana diatur dalam UUPA Pasal 77, setiap orang yang dengan sengaja melakukan penelantaran terhadap anaknya hingga menyebabkan anak menderita, baik fisik mental maupun sosial, dipidana penjara paling lama lima tahun atau denda Rp 100 juta. Selain itu, Guru diharapkan tidak hanya sekedar mentransfer ilmu, namun juga menjadi pengganti orang tua di sekolah.      
                

2. Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah :
a.    Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah lmu Sosial Dasar
b.   Berbagi informasi mengenai masalah social.
c.    Memberikan gambaran kepada pembaca dampak tawuran kelompok pelajar.

3. Sasaran
Penulisan ini ditujukan kepada seluruh kalangan masyarakat khususnya para pelajar dimana akhir-akhir ini sering terjadi tawuran antar pelajar di Jakarta yang merenggut nyawa seseorang.





BAB II
 PERMASALAHAN

Analisis permasalahan Dampak tawuran kelompok pelajar di Jakarta dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek:
1. Kekuatan (Strength)
  • Bermaksud ingin menjaga nama sekolah agar tidak dilecehkan dari pelajar sekolah lain. Namun tentunya jalan yang mereka tempuh salah dan justru sebaliknya.
  • Merasa sudah terun-temurun terjadi. Para pelajar yang tawuran mengklaim bahwa mereka hanya meneruskan tradisi dari para seniornya.
  • Merasa ingin dihargai orang lain. Pelajar yang masih terbilang labil, selalu ingin menunujukan dirinya dihdapan orang lain agar terlihat lebih hebat.
  • Bermaksud untuk menjaga kesetiakawanan didalam kelompok tersebut sehingga mereka terlalu fanatic dan menentang kelompok lain.

2.2 Kelemahan (Weakness)
  • Umur pelajar yang masih dalam masa labil dan penuh emosional.
  • Tidak ada perhatian dari orang tua. Orang tua merupakan sosok utama yang memiliki peranan penting dalam perkembangan perilaku anaknya.
  • Tidak ada perhatian dari pihak sekolah yang bersangkutan. Sekolah hanya menitikberatkan pada nilai pelajar di sekolah dan tidak memperhatikan hasil pelajaran yang diterapkan sehingga moral pelajar rusak dan tidak terkontrol.
  • Kurangnya campur tangan pemerintah. Tawuran merupakan salah satu tindak kekerasan dan harusnya langsung ada tindakan hukum yang tegas maupun penanganan dari pihak kepolisian.

2.3 Peluang (Opportunity)

  • Pelajar masih bisa diberikan materi dan penekanan masalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan ditugaskan untuk mengaplikasikannya dalam kegiatan di sekolah.
  • Diberikan pelajaran agama. Kurangnya pelajaran agama di sekolah belakangan ini sangatlah memprihatinkan. Pendidikan menjadi tak terkendali dan tidak tahu arah tujuan hidup manusia itu sendiri.   
  • Kontrol dari orangtua terhadap belajar anaknya. Orangtua bisa memberi arahan dan contoh yang baik terhadap anaknya serta kasih sayang terhadap anaknya.
  • Pengaruh dari teman lain di sekolah. Lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Lingkungan yang baik diharapkan mampu mengingatkan temannya yang lain untuk menghindari hal negative.                                                                                                                                                                                
2.4 Tantangan/Hambatan (Threats)

  • Tawuran menjadi tradisi turun temurun dari senior.
  • Lingkungan yang tidak baik. Pengaruhnya cepat dan sulit dihilangkan.
  • Pihak sekolah yang kurang peduli terhadap muridnya. Banyak sekolah yang justru kadang-kadang mendukung ketika pelajar tersebut mengklaim bahwa tawuran yang dilakukan untuk menjaga nama baik sekolahnya yang dihina oleh sekolah lain.
  • Pemerintah yang kurang tegas dan terkesan membiarkan dan menganggap masalah kecil dibandingkan masalah yang lain yang terjadi di negeri ini.


BAB 3
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


3.1 Kesimpulan

Salah satu faktor penyebab terjadinya tawuran antarpelajar ialah ketidakmampuan orangtua dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melindungi anak.
Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja memiliki kencenderungan untuk melakukan hal-hal yang berbau kekerasan dan telah menganggap hal itu wajar dilakukan dan terlihat hebat dimana anggapan tersebut salah dan justru dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain Maka inilah peran orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan. Peranan guru juga tidak kalah pentingnya. Guru sebagai pendidik bisa dijadikan bagi para siswa agar menjadi murid yang  lebih baik. Lingkungan pergaulan adalah hal yang paling berpengaruh. Seseorang bisa menjadi negative dan positif dengannya. Masyarakat sekitar pun harus bisa membantu para remaja dalam mengembangkan potensinya dengan cara mengakui keberadaanya dan mengajaknya kearah yang positif

3.2 Rekomendasi
  • Orangtua member perhatian dan kasih saying penuh terhadap anaknya.
  • Perlunya adanya pengawasan ketat dari pihak sekolah.
  • Materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan perlu lebih ditingkatkan dan lebih diperhatikan pengaplikasiannya.
  • Perlu ditanamkan dasar agama dari dalam lingkungan keluarga dan sekolah.


           
                                                                                                                                               



Referensi :





























Tidak ada komentar:

Posting Komentar